Tugas 2 ekonomi moneter
1.Apa penyebab pada
saat kondisi nilai tukar rupiah menurun, pemerintah menurunkan jumlah uang yang
beredar dalam masyarakat?
Jawab.
1) Adanya peningkatan jumlah uang beredar. Peningkatan
jumlah uang beredar ini di Indonesia disebabkan antara lain oleh peristiwa:
(2) Adanya tekanan pada tingkat harga umum, yang dapat
dipengaruhi oleh kejadian-kejadian berikut ini :
(3) Kebijakan Pemerintah dalam mendorong kegiatan ekspor
non-migas; maupun kebijakan lainnya yang bersifat distortif seperti antara
lain:
(4) Peningkatan pertumbuhan agregat demand yang dipicu oleh
perubahan selera masyarakat, atau kebijakan pemberian bonus perusahaan dan
faktor spekulatif lainnya:
Pada masa lalu pencetus inflasi di Indonesia lebih
dipengaruhi oleh inflasi yang berasal dari impor bahan baku dan penolong. Hal
ini beralasan karena sebagian besar dari bahan baku tersebut masih diimpor dari
luar negeri, akibat struktur industri yang sedikit mengandung local content.
Untuk menjaga
kestabilan nilai mata uang, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diberikan
beberapa wewenang dalam melakukan tugasnya. Dengan merumuskan dan melaksanakan
kebijakan moneter untuk mengendalikan uang beredar dan suku bunga dalam
perekonomian agar dapat mendukung pencapaian tujuan kestabilan nilai uang tidak
boleh dilakukan secara fleksibel. Hal ini akan mempersulit dan menyebabkan
aktivitas ekonomi menjadi terkendala dan lesu jika Bank Indonesia terlalu
intervensi dalam hal pengendalian jumlah uang beredar.
Sebaliknya,
pengendalian uang beredar dan suku bunga tidak boleh terlalu longgar karena
akan menyebabkan tidak terpeliharanya kestabilan nilai uang, yang akan
mendorong merosotnya kepercayaan masyarakat dan mempersulit perencanaan bisnis
para pengusaha
2.Apa pengaruh
tingkat suku bunga dan investasi?
Jawab;
3.Bagaimanakah
praktek inflasi jika dilihat dari adanya tekanan permintaan?
Jawab;
Demand pull inflation
Dikarenakan adanya permintaan total yang berlebihan dimana
biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi
permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya
volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap
barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor
produksi.
Faktor-faktor Produksi :
1. Alam.
2. Tenaga kerja.
3. Modal.
4. Kewirausahaan. Sektor-sektor produksi :
4.Bagaimanakah
praktek inflasi jika dilihat dari adanya dorongan biaya?
Jawab;
Inflasi desakan biaya (cost push inflation)
terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga
termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada
perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran
distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata
permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum
permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian
yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru.
No comments:
Post a Comment