Tugas 3
ekonomi moneter
1.APA
HUBUNGAN ANTARA PAJAK DAN TINGKAT KEMAMPUAN DAYA BELI MASYARAKAT DALAM
HUBUNGANNYA DENGAN KEBIJAKAN FISKAL.
2.SIAPAKAH
YANG MEMPUNYAI HAK OTORISASI MONETER? DAN APA PERANNYA DALAM PEREKONOMIAN?
3.APA
MANFAAT DARI KURVA IS LM?
Jawab ;
1.Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam
rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan
mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan
kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal
lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
Instrumen
kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan
erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku
akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli
masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output.
Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta
menurunkan output industri secara umum. Selanjutnya, untuk menstabilkan kondisi
perekonomian G (Pengeluaran Pemerintah) akan bertambah karena semakin pengeluaran
yang akan digunakan untuk memicu perekonomian. Karena inflasi harga barang
dalam negeri menjadi naik sehingga masyarakat akan lebih memilih barang impor
yang lebih murah sehingga selisih X-M (Ekspor-Impor) menjadi negatif.
2. Pada masa berlakunya Undang-undang No.13
Tahun 1968 tentang Bank Sentral, otoritas kebijakan moneter di Indonesia pada
dasarnya berada di tangan pemerintah. Meskipun berdasarkan undang-undang
tersebut terdapat 2 (dua) lembaga utama sebagai pelaksana kebijakan moneter,
yaitu Bank Indonesia dan Dewan Moneter, otoritasnya tetap pada pemerintah.
Pemerintah melalui presiden dan menteri keuangan mempunyai kekuasaan atau akses
yang sangat besar untuk mengarahkan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh
Bank Indonesia dan Dewan Moneter. Presiden mempunyai akses yang besar karena
pada waktu itu presiden mempunyai wewenang untuk mengangkat pejabat Gubernur
dan Direktur Bank Indonesia atas usul
Dewan Moneter. Menteri Keuangan dan Menteri bidang ekonomi mempunyai akses yang
besar karena pada waktu itu anggota Dewan moneter terdiri dari menteri
keuangan, seorang menteri bidang ekonomi dan gubernur BI. Di samping itu
pemerintah mempunyai wewenang berdasarkan undang undang untuk menentukan
berbagai peraturan pelaksanaan dari undang-undang untuk menentukan berbagai
peraturan pelaksanaan undang-undang tentang bank sentral. Berbagai wewenang
yang diberikan kepada pemerintah terutama melalui presiden dan
menteri-mentrinya diatas menyebabkan otoritas moneter tidak terletak pada Bank
Indonesia tapi pada pemerintah. Kondisi tersebut Mengandung 3 Implikasi utama.
Pertama, kebijakan Fiskal Melalui anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah
(APBN) relatif lebih dapat disingkronkan dengan kebijakan moneter melalui
jumlah uang beredar karena otoritas kedua kebijakan tersebut terletak pada satu
pihak yaitu pemerintah. Kedua kebijakan moneter yang bertujuan terutama untuk
menjamin sistem pembayaran yang lancer stabil, dan baik sering sekali tidak
berjalan searah dengan tujuan-tujuan pelaksanan kebijakan moneter. Hal ini
menyebabkan target kebijakan moneter sering kali tidak dapat dicapai dengan
maksimal. Ketiga, campur tangan yang besar dari pemerintah.mengandung resiko
berupa pelaksanaan pembinaan dan pengawasan lembaga keuangan yang efisien.
Lebih jauh, sistem ini sangat rentan terhadap campur tangan individu pejabat
dan pihak lain dalam perumusan kebijakan moneter.
peranan Bank Indonesia dalam memelihara
stabilitas sistem keuangan? Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki lima
peran utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Kelima peran utama yang
mencakup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas sistem keuangan itu
adalah:
Pertama,
Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain
melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka.
Kedua,
Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan
yang sehat, khususnya perbankan. Penciptaan kinerja lembaga perbankan seperti
itu dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi.
Ketiga,
Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem
pembayaran. Bila terjadi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu
peserta dalam sistem sistem pembayaran, maka akan timbul risiko potensial yang
cukup serius dan mengganggu kelancaran sistem pembayaran. Kegagalan tersebut
dapat menimbulkan risiko yang bersifat menular (contagion risk) sehingga
menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik.
Keempat,
melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat mengakses
informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Melalui
pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan
sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak
pada stabilitas sistem keuangan.
Kelima,
Bank Indonesia memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan melalui fungsi bank sentral sebagai lender of
the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran tradisional Bank Indonesia
sebagai bank sentral dalam mengelola krisis guna menghindari terjadinya
ketidakstabilan sistem keuangan.
3. Ada 4 buah pasar dalam ekonomi makro,
pasar barang, pasar uang, pasar tenaga kerja dan pasar bursa.Pembahasan akan
diarahkan pada pasar barang dan pasar uang.Dalam perekonomian nasional,
pemerintah bisa mengatur perekonomian melalui instrumentkebijakan fiscal dan
moneter. Bisa kebijakan yang bersifat ekspansif atau kontraktiftergantung
situasi.Kurva IS, merupakan tempat kedudukan titik-titik keseimbangan di pasar
uang.Menggambarkan kesamaan antara pengeluaran agregat barang dan jasa dengan
penawaranagregat atau arus output barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat.
Kurva
IS menghubungkan jumlah barang yang diminta (Y) dengan suku bunga riil( r ),
yangmerupakan tempat kedudukan kesamaan I dan S. Kata IS sendiri berasal dari I
= Investasi,dan S= saving dalam ekonomi dua sector. Untuk ekonomi tiga sector
maka perlu ditambahI+G = S+T.
No comments:
Post a Comment